Salah satu unit HC (baca: hardcore) asal Surabaya, Seeds, kembali meluncurkan narasi kritisnya lewat Ride the Savage Mustang & Enjoy the Rage dalam satu paket yang disebut maxi single. Perilisan ini dinaungi oleh Getmoney, label musik asal Malaysia, serta ada collectible item berupa kaset dan t-shirt. Tapi PO guys, dan udah ditutup per 20 April 2025 lalu sejak artikel ini ditulis. Hehe. Anyway, dua single tersebut sudah bisa kamu dengerin via Spotify.
Untuk membahas Seeds, mungkin kita perlu melakukan perjalanan kilas balik.
Lima pemuda HC ini sebelumnya sudah meluncurkan amunisi cadas seperti Demo 2021 yang berisikan dua amunisi yakni Freespace dan 8 Till 4. Distorsi yang mengiringi lirik tentang kebebasan ada di Freespace:
This is a freespace
A space to express every isms, politic and gender
Do what makes you happy
Egalite
Do what you want
And life goes on
Egalite
Hold your friend’s hand
And do it together
Kata egalite sendiri mengingatkan Dildu pada motto negara Perancis yang selengkapnya berbunyi “Liberte, Egaliter, Fraternite.” Dalam lagu ini pula, Seeds mengimajinasikan sebuah ruang yang aman serta pesan persaudaraan terlepas dari latarbelakang –isme (baca: ideologi), haluan politik dan gender.
Sedangkan di 8 Till 4 lebih membingkai keterjebakan kaum pekerja pada apa yang disebut dalam marxism sebagai alienasi. Mereka terikat pada company (baca: kapitalis) yang cenderung memperbudak lewat struktur (jam kerja, eksploitasi, dst) serta tekanan di dalam pekerjaan itu sendiri; sampai mereka pun nggak bisa bedain yang namanya cuti dan kerja karena kok ya masih aja diribetin kerjaan pas lagi cuti. Gitu.
Nihil Sub Sole Novum (2022) lebih mempertanyakan jalannya Sejarah apakah sah jika kita menyebut zaman ini sebagai “new day”? Padahal masih ada saja hal-hal historis yang terulang kembali dalam context penyalahgunaan kekuasaan, upah rendah, sistem edukasi yang cacat, serta sexual harassment. Sehingga, layak kita berkata there is nothing new under the sun as what you call ‘a new day’ is actually same shitty world. Ini dia penggalan liriknya:
It’s a new day
You open the door
Now you see the world
Is it really a new day?
Is there anything new under the sun?
L’histoire se repete
Nihil sub sole novum
Abuse of power
Low wage labor
Lame eduaction
Sexual harrasment
Lalu ada EP Has The Best Way Been Formulated (2024) yang berisikan empat tracks. Dildu ambil sample di lagu Live Your Poetry yang bagi Dildu, poetry diartikan sebagai narasi yang kita tulis sebagai mimpi pribadi. Dimulai dengan pertanyaan: “kamu mau apa, jadi apa, dan menggapai apa dalam hidup ini?” dan jawaban atas itu semua ada pada mimpi yang kita tulis sendiri (baca: poetry) serta mendefinisikan kehidupan yang ingin kita jalani. Seeds memberi pesan bahwa semua orang punya cobaan di jalur hidupnya masing-masing dan yang terpenting adalah jaga bara api tetap menyala abangku.

Nah, di maxi-single terbarunya ini Dildu masih belum bisa menangkap context lengkapnya. Karena baik di presskit maupun Spotify nggak ada lirik, jadi DIldu cuma bilang SAH!
Sah bahwa Seeds memang menanam narasi kritis dengan benih bernama hardcore music! Lirik dan musiknya ibarat air yang akan menumbuhkan benih tersebut menjadi tanaman kesadaran dalam alam fikiran kita.

