OUTLOUD

CURHAT ASMARA YANG DIKEMAS PAKAI MUSIK CADAS!

Secadas apapun selera musikmu (atau bandmu), kalo soal asmara udah deh ya. Ujung-ujungnya pasti curcol juga. Kayak Chainfall nih. Band metal cadas asal Surabaya yang satu ini mengemas curhatan asmara ke dalam sebuah lagu berjudul Bias

Eits, jangan diremehin dulu. Saran DIldu kencangkan sabuk pengaman kalau kamu mau dengerin lagu ini sambil nyetir mobil, kencangkan ikat tali helm kalau kamu mau dengerin lagu ini sambil nyetir motor, dan jauhi kerumuman kalo mau dengerin lagu ini karena adrenalinmu bakal meningkat sampai berjuta-juta persen. Kalo mau kenalan lebih dalam, lanjut baca sampai bawah tapi kalo mau dengerin lagunya langsung bisa ke Spotify atau kalo mau dengerin sambil baca liriknya ada di Youtube.

Adalah Faza (gitar), Bram (gitar), Prayoga (bass), Raja (drum) dan Aldo (vokal, by the way nama mas ini gak masuk di presskit loh, haha) yang tergabung dalam nama Chainfall. Musikalitas band ini dipengaruhi oleh musiknya Counterparts, ERRA, Knocked Loose dan lain-lain (at least for now, that’s what they say on the presskit). Bias merupakan rilisan pertama mereka, yang bagi Dildu masih layak diacungi (satu) jempol. 

Single berdurasi dua menit tiga puluh dua detik ini sifatnya langsung menggempur. Tanpa ampun. Makanya Dildu bilang kencangkan sabuk pengaman, tali helm, dan barang-barang disekitar mohon diamankan dulu sebelum dengerin ini lagu. Cadasnya berasa, meresap sampai ke skrotum. Buat lagu secadas ini, cocoknya jadi soundtrack konflik Iran – Amerika – Israel atau soundtrack adegan apokaliptik alih-alih cuma jadi sarana curhatan konflik dalam hubungan asmara (menurut presskit loh ini ya). Terlalu menye, untuk kualitas musik yang begitu cadas.

Terlebih soal liriknya yang bagi Dildu berasa TERLALU METAFORIS. Nggak ada kesan dibuat-buat memang, tapi alangkah baiknya pemilihan kata dan struktur kalimat yang dibangun untuk membentuk metafora diperhatikan dengan amat teliti. Sehingga jadinya rapi, bukan belepotan. Dildu menangkap ada “metafora yang belepotan” pada kalimat ini dalam liriknya:

The oxygen that we use to wings all the promises is falling”. Secara grammatikal jelas salah, nggak ada juga frasa idiomatik yang tercatat dalam kamus Bahasa Inggris resmi (dalam Oxford maupun Merriam-Webster, red). Sehingga, gak banyak orang bisa menangkap intended meaning dari kalimat ini. The rest is the band’s responsibility, we just show them the example

Semoga berbenah di karya selanjutnya, karena Chainfall kamu sudah bikin instrumentasi cadas yang bakal bergema sejauh lesatan cahaya. Peace.

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini