OUTLOUD

DEMOKRASI CUMA MITOS!

Barangkali telinga kita sering mendengar lagu-lagu kritis dengan dalih kritik maupun melawan yang kerap kali berkumandang lewat balutan musik folk¸ metal, hardcore maupun hip-hop. Tapi kali ini, deretannya bertambah satu yaitu lewat emo

Adalah Faselima, band emo asal Sidoarjo yang juga dikenal sebagai emo intifadah, menyajikan lagu kritik pada negara yang kita huni ini. Berjudul Broken Nation, saran Dildu dengarkan lagu ini sambil baca liriknya biar lebih berasa. Karena akan terbayang secara otomatis pada rentetan peristiwa “lucu” nan “menggemaskan” yang terjadi dalam negeri gemah ripah loh jinawi yang disebut oleh band ini sebagai SIRKUS. Lagunya udah bisa kamu dengerin via Spotify dan kalau mau kenalan lebih dalam lanjut aja bacanya.

Sejak 2025 silam, band yang beranggotakan Avi (vokal), Vicky (drum), Erwin (bassist), dan Dika (gitar) ini sudah menelurkan dua single yang berjudul Glory Is Near dan satunya Struggle Day (dan dari dua single ini lah kenapa Dildu menjuluki mereka sebagai emo intifadah, red). Namun di tahun ini, perhatian mereka beralih ke situasi dalam negeri. Lewat Broken Nation, lagu berdurasi tiga menit lima puluh satu detik, yang memposisikan band ini tetap “intifadah” (arti dari kata intifadah adalah perlawanan atau pemberontakan, red) pada konteks yang mereka pilih. Melawan maupun memberontak tidak melulu lewat senjata dan peluru, tapi bisa juga lewat alunan lagu. Dan, single terbaru mereka ini adalah wujudnya.

Latarbelakang lagunya cukup menarik, Faselima mengadopsi gagasan dari istilah ‘Mulkan Adhon’. Singkatnya, istilah ini lahir dari hadist yang meriwayatkan sabda Rasulullah soal akhir jaman yang dibagi ke dalam lima fase (baca: masa). Mulkan Adhon merupakan salah satu dari fase atau masa tersebut (Dildu gak berani bilang secara pasti fase keberapa, karena begitu banyak sumber dan keterbatasan waktu dalam penulisan artikel, bisa di cek sendiri ya rek). Ini lah yang menjadi landasan lahirnya lagu Broken Nation yang bagi Faselima masuk ke dalam masa atau fase Mulkan Adhon. Ini secara terang-terangan mereka sampaikan lewat presskit-nya: sebuah masa di mana kekuasaan tidak lagi berpijak pada nilai-nilai ketuhanan atau keadilan hakiki, melainkan pada cengkeraman tangan besi yang mencekik hak-hak rakyatnya demi ambisi elit dan kroni. Sounds familiar, right?

Di lirik lagu terbarunya ini, Faselima menyajikan diksi yang ringan dan mudah dipahami. Seolah, mereka ingin para pendengar mengkoneksikan kejadian-kejadian serupa “sirkus” di Indonesia. Kalo Dildu jadi keinget wawancara terbaru Najwa Shihab dengan pak Prabowo dan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis bernama Andrie Yunus yang juga dapat respon dari Siskae (‘E’-nya tiga). Banyak hal yang bisa diceritakan sebetulnya karena Faselima menyajikan karya yang gema suaranya gak akan pernah hilang selama negeri kita tercinta ini belum berbenah. Dan, kalo sudah berbenah pun, Broken Nation akan berevolusi menjadi piweling agar negeri ini menjadi negeri yang adil dan menjamin kebebasan berbicara bagi warga negaranya…

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini