OUTLOUD

MELAYANGKAN SAMBUTAN SEKALIGUS PENGHORMATAN LEWAT ‘MALAIKAT’!

The Milo. Barangkali diantara kamu pasti sudah banyak yang tahu nama band ini. Namun, untuk generasi zaman now band ini juga patut diperkenalkan kembali. Secara aliran musik, bisa dibilang ini shoegaze, namun ada warna-warni dreampop-nya juga. 

Formasi terbarunya di tahun ini terdiri dari Ismail Rahaji Pamungkas (gitar / bass / vokal), Sandi Mardiansyah (keyboard), Taufik Hidayat (gitar), dan Budi Wiranto (drum). Akhir-akhir ini juga telah merilis single new version dari salah satu lagu yang ada di album Let Me Begin (2002) berjudul Malaikat

Hal ini juga menjadi momen sambutan untuk personil baru yaitu Sandi Mardiansyah sekaligus penghormatan bagi para pendengar mereka. Musikalitas band asal Bandung yang satu ini bisa dibilang terpengaruh oleh My Bloody Valentine, Cocteau Twins, dan Slowdive. 

Mendengarkan The Milo lebih enak kalau sambil rebahan di tengah padang rumput (baca: meadow) atau ketika awan mendung menggelayut pelan. Nada-nadanya sarat akan makna kontemplatif, disuatu sisi akan membawa kamu melayang menembus atmosfer kalau mendengarkannya sambil memejam mata. Nuansa yang dibawakannya juga bukan nuansa biru, melainkan nuansa meditatif dan introspektif.

Khusus di lagu Malaikat ini, liriknya bersifat SPMD (baca: Singkat, Padat dan Mengundang Dugaan). Kenapa bisa begitu? Lah wong liriknya loh kayak gini pek:

Dan Malaikat pun enggan menolehku

Dan Malaikat pun pergi dariku

Kekosongan jiwa meratap

Kekosongan jiwa meratap

Dipermainkan malaikat Lirik ini penuh dengan teka-teki dan justru karena itu bikin mengundang dugaan (baca: interpretasi / asumsi). Kalau bagi Dildu sih, sepertinya ini menceritakan pendosa yang sangking nemen’e sampai-sampai malaikat pun enggan mendekat ATAU justru yang dimaksud “malaikat” disini adalah sosok kekasih yang disampaikan dalam balutan majas alegori yakni penggambaran suatu sosok menggunakan sosok lain. Kenapa? Yah masa malaikat bisa mempermainkan orang! Kan malaikat itu apa kata Yang Maha Kuasa, dia tidak punya nafsu maupun hasrat, termasuk hasrat mempermainkan seseorang kecuali jika diperintah-Nya. Namun nyatanya, sampai sekarang pun Dildu masih menduga-duga, affah iyyaaah??!! Mang eaaa??!! Tapi disitulah poin bagusnya. Akhirnya suatu karya bisa jadi bahan bahasan.

Lagu Malaikat versi Let Me Begin dan versi terbaru ada dua perbedaan yang nggak sebegitu drastis namun lebih kena. Pertama dari segi durasi, lebih panjang yang versi single. Yang kedua, overall instrumentasi dan cara nyanyi kang Aji Gergaji di versi single menyuguhkan energi baru sehingga jadi bikin nagih. 

Rilisan yang baru ini terdengar lebih sing-a-long-able yang diiringi oleh alunan dramatis. Cara nyanyi dan cengkok vokalisnya pun sedikit persis dengan ngidung dibanding di versi lama yang terkesan berat kayak seseorang yang emosinya lagi drained. Di versi terbarunya itu pun juga sarat akan emotional-driven karena ada unsur synth/keyboard yang buat kamu melayang-layang ke angkasa. Sedangkan di versi Let Me Begin, lebih lirih, gelap dan misterius.  

Terlepas dari itu semua, kira-kira kamu lebih suka Malaikat yang versi lama atau yang baru?

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini