Devil horns up \m/
Kenalan dulu sama Filodoxia, band yang dulunya bergenre Hardcore Metal ini mengeluarkan single berjudul Promised Land sejak September 2025 lalu. Relevansi single mereka masih terasa, karena agenda zionis Israel masih bisa kita saksikan sampai detik ini.
Terbentuk sejak 2023 lalu, band yang berisikan empat pria gahar ini menentang dan juga memberikan kisah tentang kutukan Bani Israil dalam surat Al-Maidah ayat 21 & 24. Selebihnya, lanjut sampai bawah ya \m/.
Single berjudul Promised Land ini sebetulnya udah bisa kamu dengarkan di layanan platform streaming digital. Tapi, dalam ulasan kali ini Dildu ambil yang dari Youtube. Ada video lirik yang sudah diunggah sama Filodoxia. Disitu kamu bisa headbang sambil baca liriknya.
Seperti halnya dunia ini penuh konflik, nggak lepas juga dari medan tempur Palestina yang bertahun-tahun berjuang melawan hegemoni Israel sejak seruan Intifadah pertama dari Yasser Arafat. Walau pun akhir-akhir ini sudah teken “gencatan senjata” yang diprakarsai oleh “dunia Barat”, toh konflik ini rasanya gak akan kunjung selesai.
Mengambil inspirasi dari surat Al-Maidah, Filodoxia merapalkan maknanya menjadi sebuah penentangan, kutukan dan sekaligus ejekan dalam bingkisan sonik ala Death Metal:
“You just a coward / you have no guts / just wait a minute your time will come / I will not kneel to you / you have been cursed
Bait lirik itu menceritakan suatu kejadian ketika Nabi Musa dan Bani Israil diperintah Allah untuk memerangi kaum yang menguasai “promised land”, tapi Bani Israil justru malah takut dan malah nyuruh Nabi Musa dan Allah yang perang, mereka ongkang-ongkang. Lalu disambung dengan bait lirik selanjutnya sebagai penjelas:
“Enter the gate / fight them and get our glory / but you were afraid and you keep stay away
Karena ketakutan dan penolakan untuk berperang merebut tanah-yang-dijanjikan itulah, Bani Israil akhirnya dikutuk oleh Allah dan gak jadi dapat “jatah tanah” deh.
Band ini juga membawa gagasan bahwa kemerdekaan adalah hak bagi semua negara dan oleh sebab itu pula kolonialisme wajib sirna. Ada di liriknya yang diutarakan bergaya orasi di sela-sela distorsi:
“Remember! Independence is the right of all nation / in therefore colonialism in this world must be abolished / because it’s not in the accordance with humanity and justice”
Filodoxia dalam singlenya ini mirip seperti orator yang menebarkan penentangan terhadap hegemoni zionis Israel yang hobinya ngeresekin rumah orang. Alunan death metal yang cadas dan keras pun nyampek banget buat jadi alat penentangan itu sendiri. Well done \m/

