OUTLOUD

10 TAHUN PERAYAAN ALBUM ‘ECTO 1’ DARI UNIT GARANG & AGRESIF ASAL SURABAYA

Album ‘Ecto 1’ akan dirilis ulang dalam bentuk kaset oleh Gemar Records. Perilisan ulang ini merupakan momen perayaan 10 tahun sejak pertama kalinya album tersebut beredar dibawah bendera Radioactive Force di 2015 lalu.

Album berisikan delapan track yang penuh hentakan ini dapat dibeli dan hanya bisa anda dapatkan melalui akun Instagram @gemar_records. Jumlah terbatas! 

Egon Spengler adalah band asal Surabaya yang memadukan alunan punk rock, grunge, high-octane rock dan garage. Dalam gelegar musiknya, anda barangkali akan menemukan ragam suara ala Motorhead, Misfits, Black Sabbath, The Ramones, Nirvana dan irama ala thrash metal. Mendengarkan band ini sama halnya memberi soundtrack pada keadaan dan kondisi dalam negeri yang membuat Jemmi, selaku owner dari label Gemar Records, memilih untuk meriliskan ulang ‘Ecto 1’: 

“Ecto 1 merupakan salah satu dari sekian banyak interpretasi dari hardcore punk/garage/blues yang cukup menarik dari segi materi. Gemar memilih untuk merayakan 1 dekade album ini sebagai respon  carut-marutnya keadaan negeri ini (re: kemunculan rezim orde baru terbarukan); Materi album ini menyuarakan pemberontakan, satir dan resiliensi terhadap kondisi yang sudah terlanjur fucked-up.”

Terbentuk di tahun 2007 silam, band yang dihuni oleh eks mahasiswa ITS ini telah mengisi geliat skena musik Surabaya dengan dentuman amunisi cadas nan pedas seperti Molotov Muda, Mustang Rambo, I Want to Be Satan, Not Dead Enough, Game of Horror, Attack of The Teenage Zombies, Kid Asylum dan Chat With The Death.

About The Songs 

Delapan track tersebut memiliki unsur tematik yang beragam. Namun, anda harus tahu bahwa Egon Spengler dalam album ini adalah bocah bengal yang selalu mengacungkan jari tengahnya atas nama pemberontakan pada sistem, pemerintah, serapah karma pada orang-orang licik namun disuatu sisi ada sentuhan pesan introspeksi diri dan metafora zombie yang disampaikan lewat musikalitas garang nan agresif. 

Berikut adalah ulasan singkat dari sajian menu dalam Ecto 1:

Molotov Muda: Tak perlu dijelaskan lagi tentang apa itu Molotov. Disini, si bocah bengal ini bak orator ulung yang meneriakkan nada-nada pemberontakan. Awas! Dosis distorsi dalam lagu ini sangat tinggi yang bisa menyulut revolusi bak api yang menjalar tatkala molotov telah diledakkan!

Mustang Rambo: Tembang yang sarat akan seruan anthemic yang tidak perlu sungkan untuk anda ikut meneriakkannya! Let’s sing-a-long you pricks! Judul lagu yang diambil adalah asimiliasi simbolik yang menegaskan bahwa Egon Spengler se-agresif dan se-garang muscle car terbitan Ford di tahun 1990-an. Asimilasi yang sangat relevan untuk menggambarkan musiknya. 

I Want to Be Satan: Menggambarkan hubungan relasi-kuasa antara sang penguasa dan yang dikuasai; sebagai ‘yang dikuasai’ anda harus begini, mengikuti ini, bertindak seperti demikian dan mematuhi apapun yang dicanangkan oleh sang penguasa yang terkesan otoritarian. Sialnya, nilai-nilai itu sangat berseberangan dengan nilai yang ada dalam diri. Maka, kesan mengacungkan jari tengah dalam lagu ini sudah cukup untuk memulai sebuah pemberontakan. Dan, Egon Spengler adalah hero yang men-satir-kan dirinya serupa setan yang akan disembah.  

Not Dead Enough: Menceritakan seseorang yang suka menumbalkan dan memakan teman sehingga selalu ada korban akibat perilaku bejat dari seseorang tersebut. Dia memiliki rasa takut pada mayat hidup (zombie) yang meresap ke dalam alam bawah sadarnya dan mengkristal menjadi phobia sejak kecil. Sialnya, para korban kebejatannya ini lalu bangkit kembali menjadi sesuatu yang ditakutinya: mayat hidup. Mereka mencarinya bak arwah gentayangan untuk membalas dendam. Sebuah representasi karma yang sarat akan analogi. Untuk menangkap context yang relevan dalam nomor ini adalah dengan mengingat-ingat seseorang yang pernah menyakiti anda. Orang-orang itulah yang dimaksud Egon Spengler dan karma bisa datang pada orang tersebut bila anda bertindak membalasnya.

Game of Horror: Sebuah pesan ‘ingat mati’ sekaligus pengingat untuk tetap berusaha menggapai mimpi! Hidup cuma sekali, sekalian aja babak belur untuk menikmati hidup dan berusaha menggapai mimpi. Bagi Egon Spengler, No Pain No Gain adalah tagline hidup dan kematian adalah hal yang tak bisa ditawar. Maka, bersakit-sakitlah bila itu membawa pada ‘senang-senang’ daripada menyesal di dalam kuburan.

Attack of The Teenage Zombies: Lagi-lagi mayat hidup (zombie) dijadikan analogi! Relevansi context pada lagu ini adalah: bagaimana jika para pembesar yang berkuasa telah menciptakan virus untuk membunuh rakyat kecil namun alih-alih mati mereka justru berubah menjadi zombie? Mereka yang diproyeksikan untuk mati atas nama depopulasi justru malah membuat huru-hara besar yang membuat sebuah negara dikuasai oleh mayat hidup. Suatu gambaran apokaliptik yang dapat anda lihat melalui film-film produksi budaya populer!

Kid Asylum: Sebuah kebengalan yang terepresentasikan dalam nomor ini terasa begitu kental dengan unsur kekerasan. Menggambarkan seorang bocah yang sering digepuki oleh ibunya saat pulang kelewat malam tapi si bocah seolah merasa ngecengin kalau dia nggak akan mati kok. Suatu parodi satir yang menggambarkan kebengalan itu sendiri. No pain can trully kill you!

Chat With The Death: Suara serak-serak basah bak vokal punk, permainan jari yang menari pada gitar dan gepukan drum yang menghentak seolah menjadi booster adrenalin untuk berpesta dan menyalurkan energi untuk menikmati malam panjang! Nomor terakhir ini adalah puncak kenikmatan. No need for details!

BONUS TRACK! 

Hijaunya Neraka: Sebuah single dedikatif yang dipersembahkan untuk tim bola kesayangan warga Surabaya – siapa lagi kalau bukan Persebaya. Single yang di rilis per 2018 lalu ini dihadirkan dalam satu paket rilis ulang yang bisa anda dengar dalam ECTO 1 Re-package by Gemar Records.

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini