Day For Uncle Sam (DFVS) is back dengan lirik bilingual ala Jebung (@jebunggg) yang menjadikan band ini memiliki ciri khas tersendiri dari segi lirik. Setelah merilis Viso Gero, I’m Alright, Stoic dan Lebur, kini lima pria berkaki dua asal Surabaya satu ini telah kembali menembakkan suar eksistensinya lewat perilisan single Alaya.

Mengusung emo-core, khusus di lagu terbarunya ini DFVS meramu ke-emo-annya dengan sentuhan pop alternatif ala Taylor Swift dan sentuhan hint-hint lagu ala Disney (Kata bandnya gitu, tapi Dildu belum nemu hint-hint Taylor Swift yang bagian mana terus Disney yang mana, klasik kah atau latest? red).
But, more important question is raised: what does this song stand for?
In a nutshell, Alaya bisa jadi ekspresi rasa syukur atas kehidupan yang kamu rasakan sekarang (despite of good or bad it could be, red), bisa jadi ucapan rasa terimakasih buat orang-orang (entah itu sanak famili, sahabat, pacar, pacarnya orang, ehh… siapapun lah pokoknya, red) yang selalu ada disaat kamu jatuh, dan mereka-mereka yang seolah menjadi cheerleader-mu untuk membangkitkan semangat hidup agar kamu terhindar dari kendat (baca: bunuh diri).
Buat pendengar awam, Dildu mau kasih pesan, even though diawal mungkin kerasa weird karena sajian lirik bilingual di lagu ini, kamu bisa cobain karya-karya DFVS yang lain terutama di album Pandiculation (2019) dan album awal Floribus Venenosa.
Selamat mendengarkan dan semoga cocok!

