OUTLOUD

PRASIWAN DAN JEJE KWAN MENGAJARKAN CINTA YANG DEWASA LEWAT “DI ANTARA SEMESTA”

Membahas karya terbaru dari mas Prasiwan dan mbak Jeje Kwan, rasanya kurang afdol kalau nggak bahas soal context-nya juga. Lagu terbaru mereka yang berjudul Di Antara Semesta ini menawarkan suatu anjuran untuk menjadi dewasa dalam hubungan asmara. Thus, this song is suitable for YOU newlyweds or YOU who are about to marry.

Yang mau Dildu sampaikan adalah soal ‘rasa’. Yap, pesan kunci yang ada di lagu ini tuh adalah ‘rasa’ yang mendasari segala hal, termasuk perbedaan, yang lahir dari cara kita memaknai sesuatu dan lalu menjadi persepsi di dalam benak kita. Seperti yang tertulis dalam bait vokalnya Prasiwan:

Kita adalah segala rasa yang membuat dunia merasa berbeda /
Imajinasi kita memberikan warna warni untuk saling memaknai…hidup ini /

Dari situlah, cocok nggak nya seseorang, nyambung nggak nya seseorang, dan nyaman nggak nya seseorang dalam context asmara adalah soal persepsi. “eh, dia kok gini sihh…”, “ih dia kok gitu ahh…”. Hal ini lah yang akhirnya membentuk suatu ‘rasa’ dan ini akan menjadi krusial jika tidak dikomunikasikan. Bisa jadi ambyar. Sebab, selain harus selektif dalam memilih calon pasangan, cara pandang terhadap dunia harus dikalibrasikan (baca: didiskusikan) karena kamu dan dia akan berkomitmen sehidup-semati. Selebihnya, tentukan taraf toleransi beserta batas-batasnya lewat kesepakatan bersama.

Belajar mempelajari hal yang pernah kita lalui
Cinta dan benci

Adalah sebuah pernyataan-yang-tak-menggurui sama sekali. Sehingga, lagu berdurasi 4:45 detik ini selain nyaman di dengar, juga memberikan wejangan. Cinta itu tidak sama dengan benci, tapi rasa benci kadang menunjukkan kalau kita mencintai seseorang. Misalnya, pasanganmu benci (baca: cemburu) kalau kamu digenitin sama cowok lain, terus secara sadar atau nggak kamu ngerespon karena kamu menganggap bahwa kamu adalah sosok yang ramah, padahal kamunya sendiri cowok (loh yaopo se?? red). Engga engga becanda becanda ahh… 

Intinya benci atau cemburu merupakan sinonim yang ujung-ujungnya bikin ngambek pasangan dan itu semua diawali dari persepsi yang berdampak pada ‘rasa’. Itu pun menjadi pertanda kepemilikan yang secara umum diamini banyak orang dalam kasus asmara which means, your partner loves you!

Lalu masuk ke dalam bait selanjutnya:

Segala rasa hanya untukmu puan
Memberi ruang nyaman berlindung di sekitarkuuu…
Untuk keadaan ini perasaan kita kunci guna untuk kepercayaan kita melangkah..

Alam semesta pun melihat yang kita coba..
Alam semesta pun melihat yang kita rasa… 

Ada rona maskulinitas yang mendefinisikan hubungan cowok-cewek di stanza pertama dalam bait-bait akhir lirik lagu ini. Dalam hubungan tersebut, si cowok dengan kesadarannya sebagai lelaki memposisikan diri sebagai provider untuk rasa nyaman dan aman bagi si cewek. Begitu lah ‘rasa’-nya jadi lelaki: melindungi dan mengayomi sehingga rasa aman dan nyaman dapat di-‘rasa’-kan. 

Lalu, di bait selanjutnya mengarah pada pengingatan bahwa Alam Semesta selalu mengawasi – suatu bentuk pengakuan ilahiah bahwa perjalanan cinta yang suci (maksudnya dalam mahligai pernikahan ya, red) selalu berada dalam pengawasan-Nya.

Lalu ditutup dengan bait lirik terakhir:

Redam emosimu
Redam api cemburumu
Redam amarahmu
Redam Egomu

Belajar mempеlajari hal yang pernah kita lalui cinta dan benci
Belajar mеmpelajari hal yang pernah kita lalui cinta dan benci
Kita adalah segala rasa yang membuat dunia merasa berbeda..

Bait ini seolah menyimpulkan dari apa yang dinyanyikan di bagian sebelumnya. Suatu kesimpulan yang dapat dipahami dari kata kunci emosi, api cemburu, amarah, ego, belajar, mempelajari, dunia, berbeda serta cinta dan benci. Di bait terakhir ini pula, kesan maskulinitas meredup dan berganti cahaya cinta-kasih yang egaliter karena mas Prasiwan dan mbak Jeje Kwan menganjurkan untuk sama-sama belajar dalam mengelola emosi dan ego agar cinta tetap abadi dan sudut keduniaan telah disepakati. Bukannya biang rusak sebuah hubungan asmara diawali dari ‘rasa’ (nafsu, ego, dst) yang tak terkendali dari individu itu sendiri? ‘Rasa’ tak terkendali ini lah yang kalau ketemu PELAKOR bisa bikin hubunganmu hancur bor! Tapi itu semua tergantung orangnya, gak melulu mengikuti logika relatif.

Yap, setidaknya itu lah review yang bisa Dildu berikan untuk rilisan terbaru mereka. Semoga kedepan akan ada lagi kejutan karya yang bisa dibagikan oleh keduanya!  


EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini