Menulis Counter Attack ID jadi bikin Dildu napak tilas secara singkat. Dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya itu (HI KAK HU HU – ini karena orang-orangnya Dildu pada sibuk, iyaa hm hm sibuk kerja ditempat lain buat ngehidupin media ini sambil menghidupi keluarga dan diri sendiri, jadi PUN10 banget kalau agak lama, red) kami menemukan karya berjudul Definitely (2024), sebuah single manis semanis vokalisnya band asal Surabaya yang satu ini (HU HU! PUN10 mbak Ranney memang maniszzzz kiaaaa, red).
Musikalitas band yang digawangi oleh Ranney, Rekso Warsito, Iqbal Widiantoro, Dodi Pranoto, dan Fazar Firman ini jauh beda dengan di album mereka yang baru setahun rilis ini. Di single tersebut diatas, musikalitas mereka sangat melankolis ala soundtrack drama anime Jepang. Kalau di album barunya, ehm… GAHAR PREN!
Terdiri dari 10 track, album dibuka dengan rangkaian suara berdurasi 1:42 detik berjudul sama kayak nama albumnya. Isinya adalah suara robotik yang lalu disusul orasi tentang ‘suara dalam isi kepala’ dengan efek dramatis tentang orasi kehidupan. Semacam intro agak panjang, yang bisa kasih waktu personilnya naik panggung. Oopss! Ternyata track pertama ini merupakan pengenalan tokoh Giska (apa Riska ya??!! red) yang kisah hidupnya dibahas dalam album ini.
Lalu digeber oleh Artificial Memories yang menghentak seolah memprovokasi kita untuk lonjak-lonjak tanpa henti. Dilanjut dengan track berjudul Peran Impian yang liriknya seolah menegaskan bahwa profesi jadi COSPLAYER itu keren kok. Gak perlu menghiraukan omongan orang terutama yang mengomentari cara berbusana. Mau macak jadi Naruto, Tsunade, Saint Seiya, Optimus Prime, bahkan macak jadi Pocong pun ya gak ada masalah. Syukur kalau dapat uang, karena ada unsur keprofesian, syukur kalau dapat uang. Setidaknya itu yang dimaksud Counter Attack dalam track tersebut.
Selebihnya bisa kamu dengerin sendiri ya, tapi Dildu mau kasih satu perhatian ke track yang berjudul Coconut Shoot! yang kayaknya jadi andalan di album ini. Mulai dari intro yang gahar mengingatkan kita pada dinamika irama Crossfaith dengan sentuhan rock, scratch dan breakdown ritmik untuk lonjak-lonjak. Lagu ini mewakili sebuah ide WIBU PRIDE (kalau memang band ini berniat melancarkan suatu movement, mungkin ide WIBU PRIDE adalah judul yang tepat, red). Kenapa gitu? Nih penggalan liriknya:
Cause we are better than everyone who look down at us/
It doesn’t matter cause we can be everything in life/
I’m Coconut Shoot/ I’m ready to boot/ I’m fucking proud of what I root/
Dari penggalan lirik Coconut Shoot ini lah, Dildu bisa memahami bahwa Counter Attack mengibarkan semangat perlawanan terhadap segala stigma miring soal WIBU. Identitas diperjuangkan, industri terus berjalan. Dan, Dildu yakin lagu ini akan menjadi tembang anthemic untuk menegaskan identitas WIBU.
They are born from WIBU scene dan barangkali ada revolusi radikal yang akan dilancarkan oleh mereka-mereka ini. Mungkin?!

