Liputan

PILLHS CASTLE X RE:NAN: TUR POSTPUNK BANTU POSTPUNK! DI SURABAYA

(1/02/25) – Samata House di Jl. Karimata No. 6, Ngagel, Surabaya kembali menjadi suaka untuk gelaran band-band’an skena. Malam itu, coffe shop dan youth hub yang sebelumnya terletak di Pucang Anom IV ini kedatangan dua POST PUNK yang saling membantu asal Malang, Re:NAN dan Pillhs Castle.

Mereka berdua melakukan perjalanan ibadah tur di lima kota: Yogyakarta (24 Januari 2025), Jakarta (25 Januari 2025), Bandung (26 Januari 2025), Surabaya (1 Februari 2025) dan yang terakhir Malang (2 Februari 2025), untuk mendendangkan EP album masing-masing: Pillhs Castle dengan EP Apparition-nya dan Re:NAN dengan EP Lost Consciousness Part 2-nya.

Mereka turut mengajak dua kamerad band asal Surabaya yaitu Shrines dan Mmmarkos! Total empat band tercantum dalam pamflet Samatunes Vol. 3 sebagai helatan kolaboratif Samata House dengan Lost in Apparition (ini judul turnya Re:NAN dan Pillhs Castle yak, red). Silih berganti empat band itu mengisi pelataran halaman belakang rumah bergaya Hindia Belanda yang berbentuk persegi namun vibes-nya intim. Shrines menjadi pembuka, lalu disusul Pillhs Castle yang naik panggung bak seorang pengkotbah.

Nando (si vokalis), yang mirip abang-abang skinhead ini, memancarkan nada-nada alkitab di tiap awal track-track lagu Pillhs Castle akan dikumandangkan. Mengusung genre post-punk aliran dark wave, sentuhan Ian Curtis (Joy Division, red) yang gelap, instrumentasi Bauhaus, lirik-lirik lagu Pillhs Castle menyuarakan kegetiran kisah cinta yang tragis seperti seorang kawan yang harus rela ditinggal mati calon suami H-sebulan mau nikah (bayangno wis kate rabi loh ditinggal mati, red) karena serangan jantung mendadak hingga kepergian sahabat ke Rahmatullah yang juga bikin syok. Jangan harap ada nada-nada cinta yang berbunga dan bergelora, karena cinta dalam diksi Pillhs Castle adalah tragis dan gelap. Dalam nama Pillhs Castle, duo Nando dan Torkuis seolah memberi ruang untuk orang-orang depresi masuk ke dalam kastil mereka yang hitam untuk berbagi cerita yang lalu digubah menjadi karya. That’s the philosophy behind their moniker.

Lalu setelahnya, Mmmarkos! dengan dentuman ala Buerak dengan beat-beat new wave mengharum. Trio post-punk yang satu ini menyemburkan warna musik yang majestik dari track-tracknya. Memunculkan nuansa ajojing di malam minggu yang direspon oleh arek-arek dengan berjoget ria, seolah waktu harus mengalah dan lalu berjalan pelan.

The last performance menampilkan Re:NAN sebagai penutup acara tur chapter Surabaya sebelum besoknya bertandang pulang ke Malang. Alunan-alunan Depeche Mode, Kraftwerk, Duran Duran, Molchat Doma, New Order dan Joy Division yang diracik ke dalam sentuhan 80s disko serta New Wave terlantun dalam sembilan track yang dibawakannya. Duo (sakjane trio, cuman personil satunya, Rifky, berhalangan perform, red) Eki dan Rizky tampil memukau dengan warna musik dan vokal yang membuat tiap orang disana membatin: THIS IS A GOOD LIFE (baca: yo iki orep!)

EP Lost Consciousness Pt 2 adalah sekumpulan keresahan yang tercantum di album tersebut. Trio ini memberikan pesan-pesan beragam dengan tema yang berbeda-beda dari perspektif ketiganya. Mulai dari rasa empati terhadap seorang adik yang mengidap down syndrome (adiknya Eki, red), suatu usaha menerima kenyataan bahwa masa-masa haha-hihi bareng teman harus tergerus segenap tanggung jawab dan prioritas lain atas nama pendewasaan (keresahannya si Rizky), dan berusaha menerima kenyataan bahwa sang Ayahanda tercinta telah meninggal dunia (pengalaman hidup Rifky, red).

Dari tema-tema itu lah, Re:NAN menciptakan alunan-alunan nyentrik dan multi-colour yang seolah menjadi representasi dari perasaan ketiga personilnya. Keresahan yang dibalut semburat warna dan beat mendetak untuk kita menelaah bahwa gak selamanya keresahan harus direspon dengan getir (walau sebenarnya getir juga sih, red). Karya trio tersebut adalah sebuah pintu Exit untuk memberi jeda pada diri sendiri sebelum akhirnya kembali berlaga di gelanggang kehidupan yang kadang kidding ini. Njeeeeenkk!

Helatan Lost Apparition ini menjadi tur kerjasama antar kedua band post-punk kota Apel. Dengan tajuk Post Punk Bantu Post Punk, yang sekiranya bisa menjadi panutan untuk para pelaku skena musik (dimanapun) agar mengudara bersama dan menjadi besar bersama.

Dear, Pillhs Castle and Re:NAN it’s such a pleasure to attend your gig and paying our respect for you! Hats up!

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Liputan

X-GO & Wisma Jerman: Commemorating East Side Gallery Dan Kritik Kehidupan Dunia Maya Lewat Pameran Karya Visual “Cocot Kencono”

(20/05/24) – Terdengar gaung suara seni-senian di Surabaya. Kala itu Wisma Jerman yang terletak di  Jl. Taman AIS Nasution No.
Liputan

MAIN LOBBY: BAWA TINDAKAN BUAT ORANG SAKIT!

(18/05/24) – Malam minggu memang waktunya asik-asikan. Terutama buat mereka yang butuh asupan “penyembuh” or some kind of medicine biar