OUTLOUD

Calistung – RELIGIUSITAS DALAM BALUTAN POST-HARDCORE!

Satu lagi unit post-hardcore (btw, istilah ‘post-hardcore’ disini arahnya beda ya dengan referensi anak jaman sekarang, red) asal Surabaya yang lahir. Namanya adalah Calistung. Doi ini bisa dibilang duo pria bertulang keras yang terdiri dari Anggie Kobo (Ex- Sebuah Tawa dan Cerita) dan Ryan Jisung (Day For Uncle Sam) serta dibantu oleh Reka Fernanda dibagian drum.

Mereka merilis tiga single yang bakal Dildu review di postingan Sepong kali ini (yakali mereka udah ngirim presskit lama baru diulas sekarang, red). Mohon maklum karena media ini sangat INDIE dan tidak terafiliasi dengan investor manapun, jadi ngapuntene ingkang katah (baca: mohon maaf sebesar-besarnya) kalau ulasannya baru bisa diposting sekarang.

Wkwkw.Oke, tiga single tersebut adalah Separation (2023), Surrender (2024) dan yang baru ini ada Save Me (2024).

Dildu mulai dari Separation. Secara musikalitas, Calistung sangat dinamis sekali dalam meracik suatu instrument. Secara warna musiknya sih tetap pakem post-hardcore di era-era Issues, atau yang baru-baru ini, misalnya, kek Bad Omens. Di lagu berdurasi 3:35 detik ini, kalau menurut Dildu ya, menceritakan kegelisahan seseorang yang habis kenak masalah asmara kek misal, ehm, perceraian. Pesan itu Dildu tangkap secara tersirat, sebagai dampak dari “pecahnya kepala” dari reaksi sebab-akibat terkena musibah perceraian yang membuat seseorang tersebut sulit menemukan hadirnya sosok Tuhan.

Di lagu Surrender (2024), kayaknya ini lagu memang ada muatan religiusnya. Nah kan bener tebakan Dildu! Senada dengan press kit-nya, lagu ini merupakan suatu ajakan untuk mengingat dan kembali pada-Nya. Btw, ada bagian deklamasi di lagu ini yang menyadur Qu’ran Surah Al Hasyr Ayat 10. Liriknya pun lugas dengan rasa jujur akan kerendahan dan ketiadaan-kekuatan sebagai manusia. Hanya Dia yang membuat kita bisa damai kembali.

Terakhir, di lagu mereka yang paling baru yaitu Save Me (2024), band ini seolah membawa kita pada suatu pengertian yang ambigu tapi justru disitulah serunya. Dildu coba menggali makna, secara tersurat memang sih kayak orang yang lagi meronta-ronta karena ditinggal kekasihnya. Tapi, setelah diresapi lagi maknanya, bisa aja orang itu meronta-ronta ke Tuhan agar diselamatkan dari luka akibat ditinggalkan oleh kekasihnya. Jadi, menurut Dildu masih ada unsur ketuhanannya. Hehe.

Buat kamu yang demen banget ama post-hardcore era 2010’an ke atas, bisa mampir ke Spotify-nya Calistung ya guys. Selamat menikmati!

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini