(12/01/24) – Kapan lalu, tepatnya di hari Jumat, tanggal 12 Januari 2024, Omah Londo kedatangan kelompok yang lagi punya gawe. Namanya Legion. Mereka ini suatu kelompok yang “dibungkus” dengan sebutan militer pada ketentaraan maharaja Romawi. Yap, nama yang singkat dan mudah nempel di kepala. Terdiri dari 30’an pegiat Visual Art (jare founder e), mereka memiliki identitas dan aliran seni yang macam-macam (ada ilustrator, komikus NSFW, sculptor, dst). Hal tersebut sangat menggambarkan slogan mereka sendiri yang berbunyi: “My Name Is Legion, For We Are Many.”

Pada hari itu, kelompok ini sedang merayakan usianya yang genap setahun. Walau masih tergolong baru, tapi sarat akan potensi dalam membuka peluang-peluang baru; bikin tutorial dengan memaksimalkan para pegiatnya sebagai talent dan memaksimalkan pula platform media sosial dengan pembagian segmen misalnya, atau justru membuka peluang untuk orang-orang diluar sana yang tertarik dan ingin belajar Visual Art, yang masih baru nyoba-nyoba bisa dapat bimbingan serta bisa dapat koneksi sosial dari sini, dan masih banyak lagi. Intinya, kelompok ini potensial banget buat menampung hal-hal yang sifatnya “budidaya”.

Semarak kegiatannya pun cukup seru: ada nggambar bareng, pameran karya, open booth merchandise, makan tumpeng bareng dan menjadi wadah srawung antar sesama pegiat Visual Art. Dari situ, saya kepikiran gabungan kata yang kalo dirangkum bisa jadi gambaran atas aktivitas mereka pada malam itu yakni ARTIVISME. Yap, dari gabungan kata ‘art’, ‘activity’ dan ‘isme’, karena bagi Dildu seni adalah kata ‘kerja’, ‘aktivitas’ adalah wujud dari kerjanya, dan ‘isme’ adalah jiwanya. Kalo sudah begitu, spirit berkesenian makin menyala dengan hadirnya Legion di Surabaya.
Happy Birthday ya Legion! Semoga terus bertumbuh dari satu tahun ini untuk selamanya. Satu pesan dari Dildu:
Si Vis Pacem Parabellum🔥










