Dear, mbak Talitha Alda.
Izinkan Dildu menyampaikan simpati ke kamu. Orang ketiga selalu lebih baik di mata kekasih yang bodoh. Yang dia tahu, orang ketiga itu mungkin lebih seksi, lebih memuaskan (in particular things), lebih cantik, dan mungkin lebih bohay!?
But dear, cheer up! Itu artinya kamu disadarkan dan diselamatkan oleh Yang Maha Tahu bahwa si dia gak baik buat kamu. Dia cuman memandang fisik, tanpa paham bahwa cinta-kasih dan kesetiaan itu sumbernya dari hati. Lambat laun fisik yang tadinya ketat, langsat, singset dan apapun lah itu, lama-lama juga akan kendor ketika tua. Yek.
Doa yang kamu kirim agar dia selalu ingat rumah (baca: kamu) untuk pulang, rupanya justru jadi bukti kalau dia gak layak buat bersanding sama kamu. Dildu tahu ini suatu realita yang pahit; sebuah ironi. Tapi yang namanya pengkhianat dan pelakor jangan dikasih sabar mbak, kasih santet kalau bisa, biar modar dua-duanya!
Anyway, semoga Saat Malammu Penuh Terang jadi tembang soundtrack untuk tetap tabah dan tegar. Diselingkuhi itu memang sakit, tapi yang paling menyakitkan adalah tetap bertahan; lepasin aja mbak, karena semakin keras kamu menggengam, semakin perih jadinya dan darah semakin mengucur deras pula. Masa kamu mau mati sia-sia karena kehabisan darah?
Iniloh Dildu siap minjemin pundak dan telinga untuk menadahi curhatanmu. Kalau gak keberatan, nanti bisa sambil ngopi atau main PS 5 di rental ber-AC terus Dildu bisa ajakin kamu keliling kota naik CB. Bisa DM aja mbak nanti tak susul dimana gitu.
Tapi pas kita keluar jangan update apa-apa di sosmed ya, takutnya nanti arek-arek tahu terus diberitahu ke istriku.
From The One Who Cares About You
Dilarangduduk
Keren bukan? Membuka artikel review lagu layaknya sepucuk surat untuk penyanyinya. HAHA!
Jadi gini loh, mbak Talitha Alda (or should Dildu call her ‘dek’?) itu lagi sedih karena diselingkuhi. Dalam kondisi meratap itu, dia bikin story. Bukan story IG ya, tapi storytelling. Akhirnya, lahir lah lagu berjudul Saat Malammu Penuh Terang. Solois asal Surabaya yang satu ini bisa dibilang berhasil menyampaikan perasaan perih akibat tersayatnya hati. Ngh.
Sentuhan pop nya pun berasa dengan lirik yang to-the-point menegaskan point of view (POV) kayak mbak Alda ngomong langsung ke si orang ketiga (baca: pelakor). Ini nih liriknya:
Hei cantik
Yang kamu kira seharusnya jadi milikmu
Ialah yang aku tunggu-tunggu untuk datang,
yang tiap malam kudoakan untuk pulang
Hei cantik
Tahukah kamu disini kuselalu berharap
Aku tetap jadi tempat yang ia rindukan
Yang membuat dia ingin pulang
Tapi aku tak mampu
Ku tak bisa jadi kamu
Rupanya ku tahu, kemana perginya Bintang-bintangku
Saat malam mu penuh terang
Tak sedikit pun cahaya yang kudapatkan
Cantik
Saat kukira dia sudah jadi milikku
Ternyata dia memang sedang bersamaku
Namun hatinya padamu
Bodohnya aku
Ku tetap tak bisa jadi kamu
Ketahuilah jika malam mu berubah jadi pilu
Ditempatku dulu jauh lebih sendu
Jauh-jauh hari sebelum kamu
Rupanya aku tahu kemana perginya Bintang-bintangku
Saat malam mu penuh terang
Tak sedikit pun cahaya yang kudapatkan
Hei cantik
Yang kamu kira seharusnya jadi milikmu
ialah yang kutunggu-tunggu
Naudzubillahmindzalik ya. Karena lagu ini juga mengingatkan kita buat benar-benar jaga diri demi keutuhan dan keharmonisan hubungan. Bahaya laten pelakor memang gak bisa dibasmi, yang bisa kita lakukan adalah menjaga dan membentengi diri. Wong akhirnya wanita secantik Irish Wulur aja harus rela bersendu dan bersedih ketika suaminya dipek orang, eh.
All in all, lagu ini ibarat injeksi untuk kamu tetap tegar. Dan sebagai korban, kamu gak sendirian. Ayo sini tak anter ke dukun santet!

