Ambarawa adalah kota beralam riang yang terletak di antara Semarang dan Salatiga. Dan, dari situlah band emo/screamo ini berasal. Menamakan dirinya Dressed Like an Ocean, adalah Aloysius Aditya (vokal), Irvan Naba (gitar), Gading Wicaksono (bass), Abi Mukti (guitar), dan Hilmy Zaidan (drum) yang bergabung untuk membuat lagu-lagu yang sarat akan makna pergolakan batin, emosi dan kegelapan dalam diri. Tiga anasir tersebut terangkum dalam “sebuah kitab” (baca: album) bernama …a Winged Coda from My Leeching Arms. Alunan screamo yang dibalut dengan warna musik post-rock yang dingin, sedih, frustasi, dan lirih ini bisa kamu dengerin via Spotify.

Total ada 9 tracks dalam album Dressed Like Ocean yang berjudul …a Winged Coda from My Leeching Arms. Judul-judul lagu didalamnya pun bergaya sastra, panjang dan penuh makna tersirat. Apa yang disampaikan oleh band ini rata-rata tercermin dalam instrumentasinya. Bilang band ini kayak Emo atau Screamo (bahkan Skramz sekalipun), biar kamu aja yang menentukan, tapi bagi Dildu ketukan serta petikan instrumennya menyuguhkan warna-warni nuansa.
Seperti di Torn Pages from a Restless Tale, ada sedikit ciri khas alunan depressive black metal yang kasar-kasar dingin, sentuhan teknik blasting pada drum, serta sentuhan Deafheaven di album Sunbather (2013). Yang pasti, konsep instrumen dalam track tersebut bertukar posisi dengan denting piano yang akan menusuk kamu dengan nuansa gloomy, longing dan hazy; seolah perasaan sendu digebrak dengan kecadasan, lalu dipulangkan kembali pada nuansa kesenduan. Anjay!
Secara lirik? Hmm… kamu bakal nemuin banyak English vocabulary yang bersifat sastrais dengan rangkaian kalimat penuh majas dan berkesan show don’t tell! Lirik lagu favorit Dildu ada di track kedua berjudul I Saw Your Blue One-Piece Dress Dancing Like a Wave Above The Sky. Sebuah deklamasi, yang diiringi dentingan piano untuk mengeskpresikan elegi tentang rasa perih yang menggerogoti ketika kehilangan seseorang yang kita cintai. Berikut ini liriknya:
These trees bind their roots to each other as the sunken ship crystallizes at the bottom of the ocean and as a mangled body lies on the face of the sun.
And I saw your blue one-piece dress floating in the sky.
With my rotting flesh, I tried to reach your dress without becoming infected with the blood and maggots that emanated from my bare hands.
I lied to myself, deceiving myself into believing that I could be as beautiful as you.
Even though I couldn’t.
“You’re beautiful,” I said. “You’re beautiful, as beautiful as those lilies that start to bloom, as the morning sun kisses my skin, and as the moon serenades us to sleep.”
Spare me another story, spare me more pain, and spare me a heart that fulfills my life so I won’t feel anything else.
…my eyes were fixed on the landscapes of the meadow through the window. That same window I used to lean on while I drowned in blue.
Embrace every mistake I’ve made with flour and the scent of roses
My spine can no longer bear the weight of these regrets.
Oh, Mother, help me. Wake me up. Make me realize that I’ll be fine without you by my side.
My food was plain. My skin was in pain. And there is no paint on that rainbow-colored mane.
But, once again, I saw your picture hanging in this burning heart.
Once again, I realize that you are the one who sat on that golden throne, drank from this holy grail, and slept under those serene trees of Eden.
And once again, that blue one-piece dress dances like a wave in the sky. And I’m down here, screaming like those whales singing their lament.
Welcoming every lost soul to gather in one place to sing of our loss and dance like your dress in the sky. This ceremony is a matrimony between the ocean, the earth, and the sky!
Digubah dalam stanza non-simetrik, syllable yang membentuk ritme apik, dan digubah dalam bentuk poem story, ini sih puisi cuman dikasih musik; makanya Dildu bilang ini lebih kayak deklamasi.
Sisanya bisa kamu dengerin sendiri ya, kalau Dildu bahas semua kamu gak bakal penasaran dong sama isi dari album pertama Dressed Like Ocean ini. Cmiw!

