OUTLOUD

CHILD-PARENT ISSUE DAN PERSOALAN ‘SUPEREGO’ DALAM SINGLE TERBARU GOD SAVE AYESHA

Begini lah lima pemuda-pemudi yang tergabung dalam band yang terbentuk saat para personilnya sedang mengurus acara UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) teater. Awal kemunculan band ini tuh karena kebetulan. Kebetulan aja megang bagian penata musik buat soundtrack adegan pentas teater kala itu. 

Band yang pertama kali rilis karya di bulan Mei 2024 lalu ini telah menelurkan EP Limbo (2024), maxi single P/P (2024) dan yang baru-baru ini single terbarunya Superego (2025) yang sudah siap kamu nikmati. 

But, why must we listen to this band?

Well, amat sangat dangkal kalau Dildu hanya mereview single terbaru mereka saja. Band yang mengusung sound antep (maksudnya: berat, itu pake bahasa Jawa, red) ala Seattle Sound ini telah membuktikan kalau mereka layak jadi musisi alih-alih hanya anggota UKM teater yang kebetulan bikin band karena dapat bagian jadi penata musik pementasan.

Terbukti dari EP mereka Limbo, racikan yang terdengar lebih groovy, lebih misteri, dan disuatu sisi seksi dari segi warna vokal, serta suara gitar yang catchy bernada centil nan menggoda tanpa meninggalkan kesan Seattle Sound. Dalam EP tersebut, eksperimentasi dalam instrumennya terdengar lebih menarik. Sedangkan di P/P, sound yang bersuara crank, dosis distorsi yang nggak terlalu ngegaruk di telinga, gaya vokal bercengkok simfonik, dan repetisi berulang yang sedikit agak membosankan tapi untungnya diselamatkan oleh dinamika instrumen yang muncul dipertengahan lagu terdengar megah bikin GOD SAVE AYESHA masih decently acceptable.

Nah, yang baru ini ada Superego yang bercerita tentang konflik orang tua-anak yang berujung pada “perpecahan” karena perbedaan frekuensi dalam cara pandang. Dildu rasa, lagu ini sebagai sebuah statement yang dihasilkan oleh bagian diri imajiner bernama superego. Menrut Sigmund Freud, superego adalah bagian dari diri kita yang selalu keukeuh soal prinsip dan moral dari pengajaran yang kita dapat selama proses hidup berlangsung. Sehingga, superego menjadi rangkaian prinsip dalam diri yang menentukan mana baik atau buruknya sesuatu dan yang akan menciptakan ketegangan dan perpecahan tak terhindarkan saat menemui sesuatu yang kerap kali memaksa dan berlawanan dengan prinsip yang kita pegang. Contohnya kayak di lagu ini, konflik orang tua-anak digambarkan GOD SAVE AYESHA seperti ini: yang satu pinginnya ke Matos, yang satunya lagi pinginnya ke Suhat, udah deh gak ketemu aja gitu. 

Instrumen lagu ini sangat jauh berbeda dari karya-karya sebelumnya terutama dalam Limbo yang Dildu jadikan parameter ke-oke-annya band ini. But at least, mereka akan merilis album di penghujung tahun ini. Semoga sesuai dengan ekspektasi serta lebih baik dari Limbo dan P/P. Sukses selalu God Save Ayesha!  

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini