OUTLOUD

SARKASME DRAMA HUTANG-PIUTANG DALAM “MENANGKAPNYA” DARI ANGGUN PRIAMBODO

Memahami mas Anggun Priambodo memang harus dikaitkan dengan context terlebih dahulu. Ibarat jasad, dia harus ditiupi ruh agar hidup (biyuhhh bahasane Dildu ngene saiki rek, red)

Khusus dalam lagu Menangkapnya yang resmi mengudara sejak 13 Maret 2025 ini akan mengingatkan kita pada intrik orang-orang yang sering bikin masalah yang melibatkan duit. Ada nggak teman, orang-orang terdekat, atau bahkan mungkin kamu sendiri yang ngelakuin kayak gini? Hehe.

Lagu ini bagi Dildu merupakan sebuah sarkas yang diekspresikan oleh mas Anggun (begitulah sapa’an sok akrab Dildu untuk beliau, red) lewat penjiwaan sebagai seorang anak kecil – polos, naif, dan imajinatif. Hal ini juga tercermin dalam guratan lirik lagu berdurasi 1:33 detik yang bernada jazzy hard bop, sewarna dan berkesan seperti irama lagu-lagu Wieteke Van Dort yang kental dengan alunan contra basso dan diaransemen oleh Dwi Pramono (koyok tahu eroh mas iki yo, red). 

Lirik yang ditulis pun sarat akan majas-majas yang bisa ditarik pada context spesifik. Intinya bisa digali per bait stanza dibawah ini: 

Helo Helo Helo kamu apa kabar?

Sudah lama kita ndak pergi bersama

Janji janji seperti tukang jahit saja

Tambal tambal tambal pakai kain perca saja!

Stanza pertama udah sangat jelas. Si orang yang bermasalah diibaratkan kayak tukang jahit yang kalau ditanya kapan permak-an saya beres, jawabnya: “iya besok ya” (baca: kapan duit saya kamu balikin, jawabnya “iya besok ya”). Kalimat “tambalan kain perca” itu mewakili makna tersirat soal alasan murahan yang full of shit sebelum akhirnya si orang itu menghilang bawa duit kayak Harun Masiku yang sampai sekarang gak tahu kemana perginya setelah bawa duit negara (lohlohlohloh, red). Part terakhir yang Dildu sebut itu tersambung dengan stanza selanjutnya yang berbunyi:

Apa jaminan jaminannya apa?

Suka janji janji janji tapi mangkir saja

Kabur kaburan di kolong langit saja

Bapak polisi polisi tangkap dia

Agak lucu dibagian kalimat terakhir dalam stanza ini yang melibatkan polisi. Kok Dildu jadi keinget lagunya Sukatani yang Bayar, Bayar, Bayar ya. Kan ini kehilangan duit, kalau melibatkan polisi kan nanti bisa ngeluarin duit lagi. Hmm… But once again, kita mesti mengikuti alur imanjinasi mas Anggun yang kembali menjadi anak kecil yang polos dalam lagu ini.

Helo Helo Helo PENIPU kamu apa kabar?

Sudah banyak target baru jadi mangsanya

Aku kesana kamunya kemana-mana

Sengaja supaya kita ndak bisa berjumpa

Banyak tagihan, yang bakal balik gepukin dia

Ini nih part hotspot-nya! Urusan sama penipu yang berkelit serta melibatkan duit ujung-ujungnya bikin sulit. Mas Anggun yang juga seorang sutrada video musik ini seolah menyumpahi si penipu kalau tagihan akan menjelma menjadi malaikat maut bagi diri si penipu itu sendiri. 

Keunikan musikalitas lagu Menangkapnya ini ada pada sisi ke-absurd-annya, yang bagi Dildu berkesan sarkastik, sehingga cocok untuk kamu yang lagi berburu keberadaan sosok penipu yang bisa jadi mantan, saudara, pacar, rekan bisnis bahkan sahabat sendiri yang membawa lari duitmu. Macak Harun Masiku ta wong-wong iku? Huuu! 

Sampai sekarang Dildu masih bertanya-tanya, kenapa mas Anggun harus nyuruh polisi buat menangkapnya????  

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini