OUTLOUD

KINGKONG MILKSHAKE – PUNK ROCK MENYUARAKAN TRAUMA KORBAN KDRT!

Dramatik, jujur, dan implicitly anjuran untuk berdamai dengan luka batin akibat KDRT. 

Berikut adalah singkat kata dari pemaknaan Dildu dari lagu terbaru Kingkong Milkshake, unit melodik punk rock asal Malang, yang menyuarakan rasa trauma akibat tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

Trio bertulang keras yang tergabung dalam nama Kingkong Milkshake (KM) ini melantunkan single terbaru berjudul Elegi. Seperti arti kata dari judulnya, Elegi berarti ratapan dan/atau ungkapan duka cita. Dalam lagu berdurasi 3:03 detik ini, kata tersebut dikaitkan dengan konteks social phenomenon yaitu KDRT.

Iki rodok guyon se, kalau bagi Dildu kepanjangan KDRT adalah Keharmonisan Dalam Rumah Tangga (harusnya sih gitu ya, red), tapi kalo KDRT yang dimaksud Kingkong Milkshake beda. Hal yang dimaksud KM (sebutan (sok) akrab Dildu untuk bandnya, red) dalam karya terbarunya ini adalah Kekerasan yang bisa berbentuk fisik maupun non-fisik (terutama verbal, red) yang terjadi di dalam scope keluarga. Klasifikasi kekerasanya bisa macam-macam dan dampak psikis untuk korban bisa jadi sangat fatal. Dampak psikis itulah yang mengakibatkan trauma. 

Trauma akibat KDRT ini disebut Post Traumatic Disorder (PTSD) (menurut riset Dildu ya, iki media nggenah bos pasti riset sek sakdurunge nggacor, red) karena pernah mengalami, menyaksikan dan/atau mendengarkan bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga kayak misal kamu menyaksikan ortumu bertengkar hebat terus ada adegan pemukulan, dan seterusnya. 

Sialnya, dampak itu bisa merusak psikis atau justru menjadikan orang yang pernah mengalami, menyaksikan dan/atau mendengarkan bentuk kekerasan tersebut malah bisa jadi pelaku kekerasan itu sendiri di masa depan. Itu karena, “kekerasan” dianggap sebagai bentuk kontrol (baca: penertiban), sehingga dianggap sebagai suatu cara untuk mendisiplinkan. Atau justru sebaliknya, beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan bentuk pelampiasan rasa kecewa pada pasangan. Contohnya: diselingkuhi. Untuk yang diselingkuhi memang menyakitkan tapi yang kena kekerasan akibat pelampiasan emosi tetap aja kena sakitnya, sedangkan yang pertama justru sangat bahaya jika dinormalisasi (kecuali kamu ikut pelatihan ABRI, red).

Context KDRT yang disuarakan oleh KM meliputi bentuk-bentuk yang Dildu sebut tadi karena relevansinya sangat dekat. Secara komposisi instumen, yang paling ngena adalah warna vokalnya. Dari situ, fondasi dramatik terbangun yang dibalut dengan hentakan beat drum dan alunan gitar clean yang berhasil menciptakan nuansa kalem tapi tetap menghentak. Vibes instrumen-nya pun mengingatkan kita pada Duka milik Last Child, tapi ciri khas ala Kingkong Milkshake sangat kental terasa dengan alunan melodik punk rock-nya dan sangat jauh berbeda dari Last Child (Dildu gak menyamakan ya, tapi somehow ke-remind kesana, red).

So, this is for Domestic Violence’s victims: take your time to heal. Being traumatized with past experience of Domestic Violence is not easy to get rid of, at least this music is an antidote to make you a better person. Talk to your trusted persons, you’re not alone and it’s not your fault. 

Semangat dan terimakasih Kingkong Milkshake karena udah kasih kita kesadaran soal dampak KDRT. Peace!  

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini