Terbentuk di 2004 (ini mah Dildu masih SD yak, red), telah merilis full album First Chapter of Allordia (2007), sebelum akhirnya memutuskan hiatus dan berlaga kembali dengan membawa single terbaru seperti Chivalry (2018), EP bertajuk Evolve (2021), sampai yang baru-baru ini ada The Society (2024).
Uniknya, band ini tuh bilang retro rock’n’roll tapi ditelinga Dildu seperti ada nuansa kocokan gitar ala Two Doors Cinema Club di full album mereka dan cenderung kearah britpop. Cocok banget buat daily listen kamu yang punya mobilitas tinggi.
Khusus di The Society sebagai latest single, band yang digawangi oleh empat pria bertulang keras ini membawa alunan bersuara ke(tidak)adlian sosial. Entah context spesifiknya apa, karena nggak ada lirik yang tertera di Spotify maupun penjelasan di presskitnya (btw, spotify-nya Dildu ori dan premium ya, media nggenah nih bos, red), pun mau ngontak bandnya juga jadwal Dildu sangat padat. So, this is what we can tell you…
Lagu berdurasi 3:53 detik ini bernuansa santuy, but somehow vibes-nya distopia banget. Seperti kamu hidup di sebuah negara yang carut-marut, banyak demo disana-sini, macam Indonesia gitu lah tapi lebih nemen, dan lagu ini muncul sebagai depiksi tentang bagaimana wujud ketidakadilan sosial terepresentasi di lingkungan kantor sampai politik basi demi stabilitas kekuasaan. Tapi, kamu yang hidup di habitat macam itu adalah seseorang yang woles karena percuma mau merubah, toh sistemnya sudah sangat kuat.
Dan, here’s the fun fact, ada lagu dari Holy City Roller yang berjudul Filthy Rich yang menggambarkan kebiasaan orang kaya dengan depiksi elegant car, a ready-to-use woman, dan ujung-ujungnya dia adalah orang yang kuat karena modal ekonominya relatif tinggi.
Singkat kata, orang yang digambarkan dalam lagu tersebut biasanya jadi pionir dari munculnya ketidakadilan sosial baik secara struktural maupun ekonomis dalam suatu society. You know, capitalist shit!All in all, Holy City Rollers is worth your daily present!

