Hal paling jancok’an dalam hidup barangkali seperti judul single terbaru Inveigh, yaitu Bertahan. Yap, band indie punk / garage rock asal Malang, Jawa Timur, yang satu ini mengeluarkan keluh kesah yang banyak dirasakan karyawan. Mungkin juga termasuk kamu?
Band yang telah terbentuk sejak 2023 lalu ini menceritakan kondisi internal diri seorang pegawai yang pingin resign tapi nggak tahu kapan; yang ada justru dia harus bertahan. Melakukan segala sesuatunya tanpa mengeluh padahal didalam hati sudah berkerut-kerut, akankah menjadi bom waktu emosional? Pokok ojok sampek “bocor alus”. Simak ulasan lengkapnya dibawah!

Bisa dibilang band ini di personili sama Malang All-Star. Sebuah side-project serius yang berpersonilkan Julius Bagus (Take This Life – Vokal), Anizar Yasmeen (Extreme Decay – Bass), Eltria Raffi (Dazzle – gitar), dan Raditia Putra (Young Savages – drum). Berawal dari sam Jul (begitulah panggilan sok akrab Dildu pada beliau, red) yang ingin membuat band rock setelah band sebelumnya, Take This Life, selesai melakukan reuni pada bulan April 2023 silam. Singkatnya, terbentuklah Inveigh.
Pernah menelurkan satu EP berjudul Dinamika (2024) dalam naungan Haum Entertainment, kini mereka kembali produktif berkarya yang salah satu hasilnya ya single Bertahan ini. Bisa Dildu mulai untuk mengambil context dari penggalan lirik dibawah ini:
Ku hajar debu jalanan
Tak tau arah tujuan
Suatu keadaan dimana
Ku jenuh menjalankan
Terdiam sesaat dalam sepi
Tak tau kapan akan berakhir
Berasa relate? Good. Because that’s how you feel and think when working has gone mundane. Belum lagi masalah atasan dan rekanan yang membentuk lingkungan toxic. Jadi sering overthinking. Pun kamu akan bertanya pada diri sendiri seperti pada dua baris terakhir di lirik: kapan akan berakhir? Entah.
Berdiri dikaki sendiri
Tak ada yang peduli
Diperintah sesuka hati
Seperti tak punya nurani
Kan ku hadapi apa yang ada
Jalani perlahan dan menikmatinya
Berikan suatu yang sempurna
Kelak hidupku kan bahagia
Kayak yang kamu alami di kantor? Good. Disaat kamu merasa sendiri (baca: terasing), tanda-tanda red flags semakin jelas, perintah yang datang semakin mengeksploitasi waktumu, kesehatanmu, fikiranmu, dan mentalmu, tapi tetap harus kamu jalani. Secapek itu? Iya. Apa yang bisa kamu lakukan bila tidak berusaha menikmatinya dan stay in positivite thoughts that something wonderful comes ahead. Semangat kak!
Kadang mulai jenuh
Dengan apa yang ku tempuh
Sempat ingin mengeluh
Tapi hanya buang waktu
Kejenuhan yang bikin kamu merasa clueless dan kadang naik ke stadium hopeless. Disaat rekan-rekan sekantor kurang bisa (bahkan gak bisa) dipercaya untuk menampung keluh kesah karena merek bertopeng? Sampai kita tidak bisa lagi membedakan mana topeng dan mana “muka” beneran. Lagu ini bisa menjadi semacam validasi emosimu bahwa yang kamu rasakan juga dirasakan oleh banyak orang. Ingat-ingat saja, mungkin memang ini waktumu bertumbuh dengan pengalaman sialan di kantor. Dunia kerja kadang sekejam itu.
Bertahan adalah lagu untuk para karyawan diluar sana yang enggan sambat dan menanggalkan perasaannya sendiri. DImana dia tidak punya kuasa untuk merubah keadaan dan lingkungan, karena sejatinya ego atasan dan/atau rekan kerja yang harus ditaklukan. Semoga kamu semua wahai para karyawan dapat memiliki mental setebal baja dan sekeras karang! Semangat kak…

