Kali ini kota Bogor kembali bergaung dengan musikalitas musisinya. Selain Texpack, Swellow, The Jansen, Rrag, The Kuda, Merah Berdarah, kini ada Andepp yang ikut nongol membawakan maxi-single mereka berjudul “Vulgar/Pudar.”
Dua lagu dari Unit post-punk asal Bogor yang dihuni oleh Rayhan Harasta (vokal), Rivat Adi Mulya (gitar), Karina Resitani (voka/bass), dan Aduy (drum) ini udah bisa kamu dengerin di Spotify! Dua lagu tersebut juga turut mengundang multi-tafsir yang bisa dipadupadankan pada context imaginatif.
Silahkan dilanjut untuk ulasan lengkapnya dibawah ini.

Sebelum membahas Vulgar / Pudar, harus diinfo dulu kalau band yang terbentuk sejak 2018 ini udah punya EP berjudul Sasar (EP) dan single Circles yang ada di Bandcamp. Anyway, khusus dalam maxi-single-nya ini, musikalitas Andepp lebih “mencekam” dengan tempo yang relatif kencang. Nuansa mencekam ini bisa dirasakan dan dibayangkan bahwa ada sesuatu yang sedang mengintai. Tarik context, kamu sedang ikut berlarian dalam massa yang semburat karena lemparan gas airmata dan brutalitas aparat (ini interpretasi subjektif dari instrumen yang dibawakan oleh Andepp ya, red) dengan adrenalin, shock, dan tingkat kewaspadaan yang tinggi teraduk jadi satu dalam dada. Rasa tidak aman menyertai; mau keluar pun harus hat-hati, karena bisa jadi ada pengintai disana-sini. Tempo musik yang relatif cepat turut memperkuat imaji pada context yang Dildu gambarkan diatas.
Lalu ada Pudar yang bertempo agak naik-turun. Emosi yang diciptakan oleh instrumentasinya bisa dibilang datar. Sehingga, cocok untuk soundtrack orang-orang yang mati rasa, bengong, tapi galau. Entah itu karena berada di fase Liminal Space (dalam arti psikologis, red) yang sarat akan pergolakan emosi, mempertanyakan arah tujuan hidup, dan lain sebagainya. Tergambar pada ending lagu yang seolah berkesan to be continued.
Boleh dibilang, Andepp adalah salah satu band post-punk yang wajib kamu dengar! Sejak artikel ini ditulis, mereka menginformasikan kalau akan merilis album terbaru. Kita tunggu saja.

