OUTLOUD

MENGAJAK TAMASYA KE UJUNG DUNIA TAPI TIKETNYA CUMA DUA…

People of The Sun (POTS) telah merilis single berjudul Two Tickets. Setelah merilis Sun, Akal dan Bagaimana Jika dalam bentuk “paket”, di single terbarunya ini mereka ditemani oleh Naykilla, yeap you know who she is. Lagu berdurasi 4:56 detik ini udah bisa kamu dengerin di Spotify atau layanan streaming musik kesayangan kamu ya!

Ulasan lengkap tentang single terbaru POTS yang bergenre stadium rock ini tinggal lanjut baca aja…

Mendengarkan single terbaru dari POTS sama dengan menerjemahkan rasa; bagaimana kisah romansa yang tergambarkan di lagu ini akan sangat dangkal bila hanya disebut ‘romantis’. Ini soal rasa aman dan nyaman dari cinta yang amat mengakar dalam-dalam pada sosok yang dicintai. Tentunya, lagu ini menggambarkan sebuah hubungan dalam context sepasang kekasih. Bayangkan film Before Sunrise (1995), Before Sunset (2004), dan Before Midnight (2013), atau If I Stay (2014) ber-soundtrack lagu ini. Atau mungkin, lagu berdurasi 4:56 detik berjudul Two Tickets ini jadi pengiring cerita Romeo & Juliet, Tristan & Isolde atau mungkin Habibie & Ainun. 

Dildu rasa itu lah cinta dalam perspektif band yang digawangi oleh Adria Riswaninda (gitar/produser), Johannes Febrianto Elyas (gitar/vokal), Rahmana Wiradanu (bass/vokal), dan Bimo Putranto (drum/songwriter). Eh tapi, ketika Dildu dengerin ini lagu sambil baca liriknya jadi teringat sama essayist yang juga filsuf asal Perancis kelahiran 1915 bernama Roland Barthes. Seperti yang dikatakan Mbah Roland Barthes di “The Death of The Author (1967),” bahwa pemaknaan akan selalu ada di tangan pembaca, terlepas apapun yang ingin disampaikan penulis.

Akhirnya muncul beberapa poin menarik nih yang memantik diskusi di dalam tim kami sendiri, terutama setelah nonton konten bedah lirik lagu ini di laman instagram mereka. Misalnya, pada part stanza yang ini nih:

I flew into the sun 

Please make sure

That I don’t burn myself

Or else

I’ll return to you broken

Kalau kata mas Bimo, waktu sama doi tuh ibarat terbang tinggi banget sampai mau ke matahari. Nah ternyata si cowok ini cemburuan. Jadi kalau udah dibikin terbang, si cewek tolong jangan aneh-aneh nanti si cowok bakal kebakar (api cemburu, hahay). Ntar pas si cowok balik ke si cewek, jadinya marah-marah, cemburu, ya begitulah…

Naah… kalau begitu kenapa pakai subjek “I”?? Kenapa nggak pakai subjek “we”?? Akhirnya, pembacaan lirik ini terkesan bahwa yang merasakan terbang melayang-layang cuman cowoknya. Terus kenapa “please make sure that I don’t burn myself” jadinya malah si cowok ini yang memantik api, tapi malah cewenya disuruh beresin. 

Gara-gara mas Bimo ini kami memperdebatkannya sampai tengah malam. Haha.. sepertinya menarik kalau drummer band ini kami tanya-tanya langsung di konten lain.

Oke lanjut. Lalu, di mantra pamungkasnya yaitu:

I got two tickets to the end of the world

for you and me

Just dont leave

Naah… Kenapa dua tiket ke ujung dunia? Apakah mas Bimo penganut flat earth? Ataukah yang dimaksud end of the world adalah kiamat? Lah kok kesannya malah jadi dark? Hmmm… Seru sekali kami mendiskusikan ini, namun tentu saja hasilnya adalah jawaban-jawaban ngawur hasil pemaknaan kami sendiri. Karena sayang sekali di konten mereka gak dijelasin bagian yang ini.

Itulah yang bikin Dildu secara otomatis mengerutkan dahi ketika dengerin lagu ini sambil baca liriknya. Padahal vibrasi rasa sudah bulat terasa, seolah ada energi yang ditiupkan ke dada para pendengar (termasuk Dildu, red), saat dentuman instrumen elektro merambat masuk dari detik kedua yang disusul bait vokal: “you are the morning after all my storm.” Such a sweetly romantic!

Yaah… namanya juga interpretasi ya. Setidaknya Dildu punya dasar dalam pembedahan lirik ini. At least, lagunya masih amat sangat enjoyable dan cocok banget dijadikan soundtrack kisah asmara.

 

EVANDAFOXX

EVANDAFOXX

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

OUTLOUD

BLINGSATAN: OM-OM INI MAKIN BERGAIRAH DI ALBUM TERBARUNYA!

Mari kita sambit, eh, sambut, dedengkot punk rock aseli Surabaya nih bos senggol dong, siapa lagi kalau bukan BLINGSATAN yang
OUTLOUD

DRIZZLY: GIRLY BUT CATCHY WITH DRIZZLY!

Sepong is back dawg! Kali ini Dildu kembali dengan fresh comers yang baru aja rilis EP berjudul ‘Fairyland’. EP ini