Metafore adalah unit post-rock dengan genjrengan gitar bernuansa Midwest emo dan math rock asal Surabaya. Band yang satu ini udah punya EP berjudul The Anatomy of Destructiveness (2024) yang dihuni oleh lima lagu bernada therapeutic yaitu Yes We Were Lost in Our Universe, Waktu-Waktu Batu, Cahaya Pagi di Ruang Tengah, Bagaimana Kegelapan Meledak, dan Sepasang Dedaun Yang Rebah, Mengharap Terbang Ke Langit.

Khusus diulasan ini, kebetulan Dildu dikirimin presskit berisi kabar kalau lagu mereka yang kelima itu punya sajian audio-visualnya (maksudnya tuh videoklip, red). Maknanya dalam banget brok! Memberikan sajian visual yang memiliki makna manifestasi (baca: bentuk) kehilangan. Emang ya, bener kata bang Ariel di lagunya yang berjudul Tak Ada Yang Abadi. Kelak semuanya akan hilang mulai dari dirimu sendiri, orang-orang tersayang hingga dunia ini pun juga akan sirna. Tapi, jangan keburu nihilis dulu bosku! Kita bisa merayakan kehilangan dengan memori yang terkenang dalam ingatan dan hati yang selalu bisa merasakan momen-momen tersebut (kecuali kalau kiamat ya, Dildu gamau ah nyaksiin dunia kiamat, medeni bos!).
Footage-footage dalam videoklip Metafore ini diambil dari potongan-potongan yang tersebar di Internet dan pastinya nyari yang copyright free. Videoklip ini digarap sendiri oleh vokalis dan juga synthezier dari band yang berada dibawah naungan label Loverman ini, yaitu Dika Novi.
Buat kamu yang butuh soundtrack untuk mengenang sesuatu atau seseorang, bisa ke Spotify atau ke Youp*rn, eh gak gak, Youtube maksudnya, buat nikmatin karya-karya dari Metafore!

