Dildu balek maneh rek! Setelah sebelumnya ada Manaditara yang harusnya bikin Lauv sama Lany sadar diri, kali ini ada sajian spesial Kediri-series dari Dildu. Hhe. Dildu mau kenalin kamu sama IGMO nih. Baru aja (yha gak baru-baru amat sih, red) rilis single berjudul ‘Dystopian Tropical Sojourn’. Kamu bisa dengerinnya di Spotify atau platform layanan musik lainnya!

Lagu ini tercipta dari kegelisahan empat pria bertulang keras punggawa IGMO. Inspirasinya datang dari fenomena duniawi yang dapat mereka lihat. Tersirat dalam liriknya:
“Topsy-turvydom, Shipwreck, Melted iceberg Behold to the hazy skies, that’s heated, Your polar coordinates, fading away…Fading away…”

Nuansa yang diusung oleh IGMO di lagu terbarunya ini begitu gelap (dark), kelam (gloom) dan menggambarkan kiamatnya dunia (Apocalyptic). Tapi cuman di awalan intro gess ya karena lagu ini sungguh sangat tricky kecuali kamu mau dengerinnya dengan hati-hati!
Awal kek death metal, eh ternyata kek musik-musik psychedelic 70-’an (DNA musik IGMO ambilnya dari rock 70’an sih emang, red). Dildu kira lagu ini bakal penuh dengan instrumentasi gahar dengan lirik yang penuh kutukan, umpatan dan perlawanan, eh rupanya woles ges ya. Intinya, dunia sedang tidak baik-baik saja karena kerusakan disana-sini akibat tingkah laku manusia!
Sosok Yeti pun muncul dalam imajinasi IGMO, yang digambarkan menyerang manusia karena rusaknya habitat mereka! (Note: ulasan ini belum bisa panjang karena website Dildu molor lagi, coooookkkkkkk!!!).

