Redrose Records adalah label milik penyanyi-penulis yang kadang suka salah-salah kalau ngomong. Ciakakaka. Siapa lagi kalau bukan Isyana Sarasvati, pelantun Tetap Dalam Jiwa. Disini, Dildu mau ngenalin kamu ke salah satu talent yang dinaunginya, yakni Redsix, sebuah unit post-hardcore, emo, rock band yang baru aja rilis single berjudul Lapse.
Untuk pecinta musik sejenis dan semacam Issues atau Emarosa, gaskan saja langsung ke Spotify! Agar tahu relatedness lagu ini dengan hidupmu, mending simak terus ulasannya dibawah ini.
Redsix meluncurkan lagu ini sebagai penanda bahwa akan ada EP yang dirilis setelahnya. Extended play tersebut berjudul Part II / Execute. Nah, lagu ini merupakan suguhan awal sebelum kamu bisa nikmati karya lainnya yang akan datang. Rentetan peristiwa yang direkam dalam lagu ini juga ada sangkut pautnya dengan Peregrine, sebuah lagu yang dirilis terlebih dahulu oleh band yang beranggotakan Denny (vokal), Kevin (gitar), Wicak (gitar), dan Rizma (drum) ini.

Mostly dalam Lapse, Redsix merekam kondisi emosional. Kondisi emosional yang dimaksud adalah menerima sebuah rasa emosi akibat hal yang tidak sesuai ekspektasi (hasil interpretasi Dildu, red). Jadi gini, coba ingat-ingat sebuah momen dimana kamu merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana. Sekuat dan setegar apapun, kamu justru kayak nabrak-nabrak tembok yang sama. Sialnya, tembok itu kokoh, dan justru kamu yang roboh. Kamu berusaha menemukan cara untuk bisa merobohkan tembok tersebut, tapi sialnya kamu sudah terlalu lelah, letih dan frustasi untuk menemukan jawabannya. Tembok itu tetap berdiri, kamu tumbang.
Maka dari situlah, band yang digawangi empat pria asal Jakarta ini menginstruksikan untuk rehat sejenak lewat lagu tersebut. Seperti yang dikatakan di bawah ini:
“Lapse bercerita tentang istirahat emosional, ini sebuah himbauan untuk rehat dalam melawan dan merasakan beban emosional… menjadi kuat itu nggak mudah, ada kalanya kita harus menggunakan waktu untuk tenang, beristirahat, dan merasakan perasaan yang sedang muncul dalam benak kita – supaya kita bisa comeback stronger!”
Soal instrumentasi pun cukup menggambarkan kondisi yang dimaksud; dentuman distorsi dan riff-riff breakdown serupa ekstasi akan membantumu untuk merasakan katarsis. Secara lirik pun cukup mendeskripsikan emotional state yang dibahas. Dan barangkali, kamu mesti ikut teriak dan ber-sing-a-long bersama lagu berdurasi 3:44 detik ini. Well, rupanya kita juga harus menunggu rilisan EP mereka kedepan. Sejak artikel ini ditulis, Lapse masih jadi yang terbaru.

