Taman Nada yang sebelumnya sempat berformat full band ini memberikan kamu tembang tentang kehidupan yang dikemas dalam balutan figurative lautan dan nelayan. Format duo yang mereka pilih terasa lebih personal dalam mendendangkan dua tembangnya.
Dalam Pulang misalnya. Duo Salman dan Attur ini menyanyikan tembang yang sarat makna akan kepulangan seseorang. Pada apa atau siapa, seseorang mungkin akan berlabuh, sebagai manusia tentunya kita butuh personal space untuk menampung jiwa.
“Kehidupan adalah medan pertempuran, namun disela-sela perjuangan ingatlah rumah; dalam kekalahan kau akan disembuhkan dan dalam kemenangan kau akan dirayakan”
Kalimat ini merupakan kesimpulan Dildu dalam memahami makna lagu Pulang milik Taman Nada. Oke lanjut, ada Drama Ombak.
Di track kedua ini, permainan majas dalam bait liriknya perlu penghayatan untuk memahami maksud dari band ini. Seperti kata Dildu diatas kalau band ini tuh mengemas tema kehidupan dalam balutan figurative lautan dan nelayan, maka laut adalah gelanggang kehidupan dan nelayan adalah kamu.
Di laut, kita menjumpai ombak, pasang-surut, badai, ketenangan, keluasan, tragedi, kekayaan, paceklik, kerugian, dan bulan yang memiliki pengaruh terhadap kondisi laut sebagai simbol ketuhanan. Intinya: “laut tak sebaik yang kita tahu,” gitu kalau kata Attur Razaki dalam nyanyinya di lagu tersebut.
Penelaahan Dildu untuk lagu ini tuh ada pada kesimpulan oposisi biner bahwa gambaran hidup dalam Drama Ombak adalah:
Takdir / Nasib
Pasrah / Berjuang
Kepastian / Ketidakpastian
Melawan / Bertahan
Ilahiah / Manusia
Hidup / Mati
Sebuah ekstraksi dari lirik puitis Taman Nada yang nafasnya membuat genre Folk memiliki corak humanis sebagai estetikanya; tentang hidup manusia yang bisa disimpulkan dalam paket oposisi biner untuk memberi kelengkapan perspektif bahwa folk yang berarti rakyat justru terdiri dari manusia dan hubungannya dengan dinamika kehidupan.
Lagu ini direkam di L-One dan Trek House, perilisannya berada di bawah naungan Makhsara Music. Semoga Taman Nada gak cuma berhenti disini saja, apalagi menghilang lagi dalam waktu yang (sangat) lama….

