Dee Adiyasa adalah sosok musisi asal Bali yang sekarang tinggal di Aachen, Jerman (Mbok adoheee yo, red). Beliau telah merilis single berjudul Ibu. Hal ini terinspirasi oleh kelahiran putrinya, yang lalu dirangkai sedemikian rupa dengan ornament pop, akustik, cinematic orkestra dan psikedelik…gak gak, yang terakhir itu cuman guyon, hehe.
Mari rayakan bersama para wanita diluar sana yang telah menyandang gelar “Ibu” termasuk ibumu sendiri!

Not much to say dari Dildu, karena toh karya ini “sudah seperti itu”. Lagu pop besutan bli Adiyasa (begitulah panggilan (sok) akrab Dildu kepada beliau, red) ini terasa sangat personal yet emotional. Dildu jadi bayangin, dan sekaligus bersyukur, kalau ibu masih ada dirumah dan sehat sentosa. Semoga berlaku untuk ibu kamu juga ya! Kalo pun sudah meninggal, harus di-khususoni Al-Fatihah dan bagi saudara non-muslim boleh didoakan sesuai caranya masing-masing.
Lagu ini sangat megah karena sentuhan orkestranya, yang justru disitu letak poinnya. Suara bli Adiyasa yang sekilas mirip Anji (Drive) ini begitu syahdu karena Dildu yakin pasti penjiwaannya sangat bagus. Di menit 2:11 pada lagu ini yang paling banyak menyulut emosi karena berhasil memunculkan gambaran vivid sosok ibu kita masing-masing. Pula di bagian ini juga Dildu merasa ada kesan instrumen yang diambil dari reff lagunya Faith Hill yang berjudul There You’ll Be (soundtracknya film perang Pearl Harbor, red). Hehe. But it’s okey though, reference could be anywhere right?
So, dengarkan lagu ini agar kita semua tetap bisa menghargai seorang ibu. Termasuk yang banting tulang sebagai pemulung, TKW, pembantu, driver ojol, pedagang bahkan yang menjajakan diri sekalipun. If you know what I mean, peace!

